Hidup Bebas dengan Bersikap Lepas


 

Kesehatan mental belakangan menjadi isu yang dibicarakan banyak orang. Kesehatan mental tidak bisa dianggap remeh. Sama pentingnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu mendapatkan penanganan dan perhatian yang serius. Mengubah hidup dengan bersikap lepas menjadi salah satu cara agar kesehatan mental tetap berada dalam kondisi baik.

Tidak semua orang dapat menjalani hidup dengan lepas. Ada saja hal-hal yang membebani keseharian kita. Buku serial pengembangan diri ini mencoba memberikan bantuan tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan bersikap lepas, bekerja tanpa beban, menghadapi bermacam-macam masalah, dan cara kita mengembangkan serta mengamalkan keterampilan bersikap lepas supaya kita bisa hidup dengan bebas. Sebenarnya, akar dari semua masalah kita ialah ketidakmampuan kita untuk bersikap lepas (hal. 2).

Bersikap lepas berarti menerima. Tidak selalu hal-hal yang kita kehendaki menghampiri kita persis seperti yang ada dalam pikiran kita. Tidak mudah memang menerima segala sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran ideal kita. Tetapi, dengan menerima dan mencoba melepaskan pikiran ideal kita, kita akan menjadi lebih baik. Kita akan terasa lebih bebas dalam menjalani hidup. Kita tidak lagi terkukung dalam pemikiran-pemikiran yang membuat kita menjadi tidak bebas.

Mengubah hidup dengan bersikap lepas adalah pekerjaan sepanjang hayat. Tidak bisa berhasil hanya dengan melakukannya sehari-dua hari. Kita butuh latihan yang terus menerus, berawal dari hal-hal kecil dalam keseharian kita. Mengubah kebiasaan menunda-menunda, menghadapi rasa takut, dan menghadapi orang-orang yang kita temui dalam keseharian bisa dijadikan sebagai awal untuk berlatih bersikap lepas.

Tidak perlu menyalahkan orang lain ketika gangguan-ganguan muncul menghalangi rasa bebas kita. Jika kita sudah terbiasa bersikap lepas dan menerima segala hal yang bersangkut dengan pikiran ideal kita, maka gangguan tidak akan menghalangi kita untuk menjalani hidup yang bebas. Hidup yang bebas terbentuk karena kebiasaan kita melepaskan dan menerima segala yang menghampiri kita.

Lepaskan keinginan untuk mengendalikan orang-orang, lepaskan hasrat untuk mengubah mereka. Perlawanan mereka alami. Sebaliknya, berfokuslah pada diri Anda, dan jadilah panutan yang luar biasa. Jadilah pusat belas kasih. Lihat apakah Anda bisa membantu dengan cara yang mereka anggap bermanfaat (hal. 35).

Ada banyak hal yang dapat kita rasakan setelah kita belajar hidup dengan bersikap lepas. Tapi yang paling penting untuk diingat adalah komitmen kita untuk terus bersikap lepas. Dengan terus berlatih bersikap lepas, kesehatan mental dan pengembangan diri akan terus meningkat pula.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Oishii Ramen, Ramen Paling Familiar di Lidah Masyarakat Purworejo

Pembajakan Buku di Masa Pandemi

Tatap Mata