Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Berkawan dengan Quarter Life Crisis

Gambar
     Bagi saya, kamu, kalian, dan kita semua yang sedang memasuki masa-masa berkepala dua, pasti tidak asing dong dengan istilah krisis perempatan baya atau quarter life crisis ?      Secara sederhana, quarter life crisis dapat kita artikan sebagai suatu masa saat di mana kita mempertanyakan tujuan hidup kita, saat kita menyadari ada yang salah dengan hidup kita, tetapi seringkali kita tidak tahu harus berbuat apa atau membenahi dengan cara yang bagaimana.      Quarter life crisis bukanlah sebuah aib yang harus kita tutup-tutupi. Quarter life crisis bisa dialami oleh siapa saja. Biasanya orang-orang yang mengalami quarter life crisis ini berada dalam rentang usia 20 hingga 30-an tahun.      Dikutip dari Buletin Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, sebuah survei yang dilakukan terhadap 2.000 orang yang berada dalam kelompok generasi milineal di Inggris, menunjukkan hasil bahwa 56% dari mereka sedang mengalami quarter...

Pembajakan Buku di Masa Pandemi

Gambar
          Pembajakan buku merupakan satu dari sekian banyak musuh bagi mereka-mereka yang bergerak dalam industri perbukuan dan penerbitan. Di Indonesia, masalah pembajakan buku nampaknya belum mampu menyita perhatian pemerintah untuk ikut turun tangan memerangi kejahatan turun-temurun ini. Padahal, kasus pembajakan buku sudah banyak memakan korban. Bukan hanya penulis, melainkan semua yang terlibat dalam proses pembuatan buku, mulai dari editor, ilustrator, hingga mbak-mbak penjaga toko buku.      Seperti virus yang kini menyebar secara masif di Indonesia, pembajakan buku juga menunjukkan kondisi yang demikian. Sesuai anjuran pemerintah untuk #dirumahaja selama masa pandemi ini, pelaku pembajakan buku seolah mendapatkan pasar yang diidamkan. Pembajakan buku tumbuh bagai jamur di musim hujan.      Buku murah untuk menemani Anda selama #dirumahaja. Begitulah kiranya pelaku pembajakan buku memasarkan hasil bajakannya. Tidak dapa...

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang?

Gambar
Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang? Buku kumpulan puisi kolaborasi lintas generasi, Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu a.k.a Nadhifa Allya Tsana. Sebuah cerita perjalanan "pulang" yang membawa kita ikut berdialog: Dengan diri sendiri, dengan Pencipta; dengan jarak; dengan waktu; dengan kepulangan. Sudahkah kalian menemukan rumah sebelum menetap untuk pulang? Bagi mereka, "Dan yang kau sebut pulang tidak pernah ada  di rahimku tidak pernah aku merasa melahirkannya" (60). Bagi mereka, Puisi menjadi rumah untuk pulang. Melalui buku kumpulan puisi ini, Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu menggambarkan semesta yang jauh lebih besar dari yang kita kenal. Semesta yang menguasai kita. Semesta yang mengatur kepulangan kita. Selamat membaca; dan kau akan menemukan jalan pulang yang mulai terlupakan. :)