Berkawan dengan Quarter Life Crisis


    Bagi saya, kamu, kalian, dan kita semua yang sedang memasuki masa-masa berkepala dua, pasti tidak asing dong dengan istilah krisis perempatan baya atau quarter life crisis?

    Secara sederhana, quarter life crisis dapat kita artikan sebagai suatu masa saat di mana kita mempertanyakan tujuan hidup kita, saat kita menyadari ada yang salah dengan hidup kita, tetapi seringkali kita tidak tahu harus berbuat apa atau membenahi dengan cara yang bagaimana.

    Quarter life crisis bukanlah sebuah aib yang harus kita tutup-tutupi. Quarter life crisis bisa dialami oleh siapa saja. Biasanya orang-orang yang mengalami quarter life crisis ini berada dalam rentang usia 20 hingga 30-an tahun.

    Dikutip dari Buletin Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, sebuah survei yang dilakukan terhadap 2.000 orang yang berada dalam kelompok generasi milineal di Inggris, menunjukkan hasil bahwa 56% dari mereka sedang mengalami quarter life crisis.

    Quarter life crisis ini dapat terjadi karena berbagai alasan. Pengaruh lingkungan, tekanan dari keluarga, permasalahan finansial, karier, krisis identitas, misalnya. Penyebab quarter life crisis ini akan menunjukkan gejala berbeda-beda bagi setiap orang yang mengalaminya.

    Meski dibilang sebagai hal yang lumrah terjadi, quarter life crisis tidak boleh dibiarkan terus menerus menghantui kita. Perlu adanya sebuah tindakan agar kita tidak terbelenggu dengan masalah-masalah yang datang bertubi-tubi ini. Berkawan dengan quarter life crisis merupakan salah satu solusi saat quarter life crisis mulai menyerang kita. Berkawan dengan quarter life crisis akan membuat kita lebih paham apa yang sebenarnya tengah terjadi kepada diri kita. Kita dekati pelan-pelan masalah yang menyebabkan quarter life crisis ini, kemudian pelan-pelan juga kita cari solusinya.

    Solusi melewati quarter life crisis ini juga berbeda bagi tiap-tiap orang. Hal-hal sederhana seperti lebih memberikan perhatian kepada diri sendiri, tidak membanding-bandingkan capaian diri sendiri dengan capaian orang lain, bersyukur pada hal-hal kecil, membuat catatan-catatan untuk masa depan, merupakan beberapa cara yang dapat diterapkan untuk melewati masa krisis perempatan baya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Oishii Ramen, Ramen Paling Familiar di Lidah Masyarakat Purworejo

Pembajakan Buku di Masa Pandemi

Tatap Mata