Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Berpuisilah

Berpuisilah, maka kau akan temukan kedamaian Berdamai dengan sepi Berdamai dengan sedu Berdamai dengan kebahagiaan Pula berdamai dengan diri sendiri Rasa yang tidak bisa kau utarakan Akan bercerita dengan sendirinya melalui puisi Maka, berpuisilah Kedamaian akan menyelimutimu Semarang, 29 Desember 2018

Tatap Mata

Sepasang mata itu kini bertemu lagi Saling tatap dalam canggung Memilih bungkam sebelum kembali bersapa Banyak cerita yang ingin disampaikan Lewat mata yang tanpa sengaja bertatap itu Semoga pertemuan mata ini Melahirkan pertemuan-pertemuan tanpa kecanggungan

Kemari Sayang

Kemari sayang, Duduk di sebelahku Aku ingin mendengar suaramu Ada cerita apa hari ini? Kemari sayang, Duduk di sebelahku Aku ingin memelukmu Sejauh mana tubuhmu kau ajak pergi hari ini? Kemari sayang, Bisa kita berbincang sebentar Bincang pendek sebelum saling memimpikan

Benci

Bagian 1 Rasa benci itu kini telah menumpuk dalam hati. Menciptakan sekat antara dua orang yang dulunya pernah berbagi kasih. Sekelilingnya tak ada yang tahu muasal keduanya bisa sebegitunya saling membenci. Nampaknya, kebersamaan yang selama ini mereka tunjukkan bisa begitu saja menguap lantaran ego yang lebih menguat diantara keduanya. “Ris, sendirian aja? Septa mana?” Tanya Sindi dengan mulut berhuah-huah kepanasan karena cilok Mang Udin yang super ramai dikerubuti cewek-cewek setiap jam pulang sekolah seperti sekarang ini. “Nggak tau.” Jawab Risa malas. “Lah, biasanya kan kalian berdua terus. Berangkat bareng, ke kantin bareng, belajar bareng meski beda kelas, ke WC aja barengan juga lo berdua. Udah kaya kakak adek tau nggak. Eh, sodara kembar malah.” Aku tak mendengarkan apa yang dikatakan Sindi. Perhatianku tertuju pada orang yang baru saja lewat di depanku. Dua remaja berseragam sama denganku yang tengah berboncengan di tengah teriknya matahari sore. “Ris, diem...